Home Profil
Selayang Pandang PDF Cetak E-mail
Oleh Hamdan Hidayat   
Selasa, 27 April 2010 10:29

Awal sejarah FKIP Uninus dimulai ketika sekolah tinggi yang berbentuk akademi, yakni Akademi Pendidikan Agama Islam (APAI). APAI didirikan oleh Yayasan Amal Muslimin di Cililin pada tahun 1968, dengan perintisnya antara lain Drs. Abin Syamsuddin (kini bergelar Prof. Dr.), Drs. Aa Syaepudin, Drs. Mahmuddin dan Drs. E. Mustopa. Yayasan ini berada di bawah binaan langsung Bupati Kabupaten Bandung saat itu, yaitu Kolonel (Purn.) Masturi, Kolonel (Purn.) Sumantri dan Mayor (Purn.) KH. Makmun. Saat APAI lelengkah halu pada usia kembang buruan (1973-1975), kegiatan perkuliahan dipindahkan ke Pendopo Kabupaten, bahkan perkuliahan juga dilaksanakan di Mesjid Agung Bandung.
Pada tahun 1977, APAI bergabung dengan Uninus, yang saat itu tengah berkembang, dan menjadi salah satu fakultas di Uninus dengan nama Fakultas llmu Pendidikan (FIP).  Pimpinan FIP yang menjabat saat itu ialah Drs. Abin Syamsuddin (sebagai Dekan), Drs. Aas Syaefudin (sebagai Pembantu Dekan I), Drs. Mahmuddin (sebagai Pembantu Dekan II), Drs. Endang Mustopa (sebagai Pembantu Dekan III). Kemudian di tahun 1976-1978 kepemimpinan Drs. Abin Syamsuddin di FIP berlanjut, dan FIP semakin berkembang dengan masuknya Drs. Minan Sukarnan (sebagai Pembantu Dekan I) dan Drs. Aas Syaefuddin (sebagai Pembantu Dekan II), sementara itu Drs. Mahmuddin menjadi Sekretaris dan Drs. E. Mustopa tetap sebagai Pembantu Dekan III.

Seiring dengan perkembangan Uninus yang semakin pesat, disertai dengan naiknya Drs. Syamsuddin, M.A menjadi pimpinan di tingkat universitas, kepemimpinan FIP beralih ke Drs. Djudju Sudjana (1978-1981). Seiring dengan bertambahnya jurusan yang dibina, maka FIP berubah menjadi  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pilihan Drs. Djudju Sudjana (kini bergelar Prof. Dr.) untuk menimba ilmu lebih dalam di luar negeri, menandai peralihan kepemimpinan FKIP pada tahun 1981-1991 kepada Iyeng Wiraputra, M.Sc. Pada periode kepemimpinan ini, sejalan dengan pesatnya perkembangan Uninus, FKIP pun mengalami masa kejayaan yang ditandai dengan peningkatan dari sisi kualitas akademik, jumlah mahasiswa dan juga pembangunan fisik yang cepat. Saat itu program studi di FKIP mencapai jumlah yang fantastis (11 program studi) yakni Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Namun, pada akhir periode kepemimpinan ini, indikasi kejenuhan untuk bidang ilmu Kependidikan yang didengungkan oleh pemerintah, yaitu dikeluarkannya kebijakan pembatasan pendirian program studi baru di lingkungan Ilmu Pendidikan. Hal ini berdampak signifikan di tubuh FKIP, yaitu dengan ditutupnya tiga program studi (Adpen, Kurtep, dan PPB) dan tidak dilanjutkannya Pendidikan Biologi, serta PMPKN yang harus bergabung (merger) ke perguruan tinggi lain.
Dengan hanya mengandalkan kekuatan dan potensi pada enam program studi, FKIP sempat mengalami masa-masa sulit. Tuduhan masyarakat tentang berkembangnya berbagai kasus pelanggaran nilai-nilai akademik, sinyalemen sulitnya mencari kerja, beralihnya minat calon mahasiswa ke bidang-bidang ilmu yang lebih menjanjikan harapan di masa orde baru, di era informasi dan teknologi, disertai dengan guncangan-guncangan lainnya yang cukup berat menjadi penyebab berkurangnya peminat ke FKIP.
lni menandai saat-saat awal peralihan kepemimpinan kepada Drs. Mahmuddin (sebagai Dekan) yang didampingi Drs Minan Sukarman (sebagai PD I), Drs. H. Aas Syaefudin, M.A (sebagai PD II) dan Drs. H. M.S. Tandjung (sebagai PD III) pada tahun 1991 dari kepemimpinan sebelumnya. Pada periode ini tantangan dan hambatan yang berat merupakan sebuah pemicu untuk menelusuri berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan untuk membangkitkan FKIP. Alhamdulillah, atas kecemerlangan gagasan dan keterikatan batin sebagai perintis FKIP, yaitu Dr. H. Abin Syamsuddin M, M.A. (saat itu menjabat Pembantu Rektor I) dan disertai ketekunan Drs. Mahmuddin, Drs. H. Minan Sukarnan, Drs. H. Aas Syaefuddin, M.A, yang disertai pula bimbingan dari Prof. Dr. H. A. Sanusi, S.H., M.PA (menjabat sebagai Ketua LPPM saat itu) dan pemimpin lainnya, maka FKIP Uninus kembali ke kittahnya (meminjam istilah Letjen. (Purn.) H. A. Rustandi, sebagai Ketua BP YIN) dengan menggalakkan kembali penerimaan mahasiswa kelas karyawan, selain tetap menerima mahasiswa reguler.

Rintisan kerja sama diawali dengan penandatanganan kerja sama dengan  Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kandepdikbud) Kabupaten Bandung dan Kantor Wilayah BKKBN Propinsi Jawa Barat. Saat itu Drs. H. Rahmatulloh mendapat amanah untuk mengelola kelas kerja sama dengan Kandepdikbud Kabupaten Bandung, sedangkan Dra. Ikka Kartika, M.Pd dan Drs. Gatot Yusuf E, M.M mengelola kerja sama dengan BKKBN. Kini kerja sama itu telah diperluas dengan ditandatanganinya kerja sama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Subang, Dinas P&K Propinsi Jawa Barat, Pengurus Daerah Tingkat I PGRI Jawa Barat dan Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Barat.
Tahun 1995, Drs. H. Mahmuddin kembali dipercaya untuk memimpin FKIP dengan dukungan tenaga muda dari kalangan dosen tetap. Beliau didampingi oleh Drs. Dadang Suherman M.Pd (sebagai PD I), Drs. Dedi Mulyasana, M.Pd (sebagai PD II) dan Drs. Didin Wahidin M.Pd (sebagai PD III). Semangat muda para pembantu dekan ditandai dengan  pembenahan besar-besaran di bidang akademik, peningkatan kedisiplinan mahasiswa, keterbukaan pengelolaan keuangan, dan pemberdayaan  keuangan, keterpaduan manajemen, dan peningkatan pemerataan kesejahteraan sivitas akademika, penciptaan secara bermakna iklim akademik yang sehat dan kompetitif dan peningkatan kegiatan kemahasiswaan, pemahaman nilai-nilai keislaman dan demokratisasi. Komitmen terhadap pembenahan keagamaan ditandai dengan munculnya pesantren kilat bagi para sarjana baru FKIP yang dikenal dengan Bina Sarjana Muslim (BISLIM), dan munculnya mata kuliah Dasar Pendidikan Al-Islam dan Islam untuk Disiplin Ilmu Kependidikan. Selain itu, komitmen terhadap pengembangan karya tulis ilmiah dan sikap ilmiah ditandai komitmen dengan terbitnya majalah ilmiah kependidikan LITERAT yang menampung dan memuat karya ilmiah bidang kependidikan dari sivitas akademika FKIP sendiri maupun dari luar.

Awal tahun 1998 ditandai dengan peralihan generasi kepemimpinan FKIP dari generasi para perintis kepada generasi penerus secara utuh. Pada periode ini Dr. H. Dedi Mulyasana, M.Pd memegang  kendali kepemimpinan, disertai Drs. H. Didin Wahidin, M.Pd (sebagai PD I), Drs. A. Barnas E.K. (sebagai PD II), dan Dra. Hj. Nurjannah Amna (sebagai PD III). Periode kepemimpinan fakultas kali ini selain didengungkan peningkatan yang berkesinambungan kepak sayap kerja sama dengan lembaga lain yang lebih luas juga diwarnai dengan napas ‘reformasi’ yang semakin kental. Jargon ‘amanah’ menjadi ciri pokok bentuk pengukuhan komitmen terhadap nilai-nilai moral yang akan menjadi platform dasar penyelenggaraan FKIP di berbagai bidang garapannya.

Untuk periode 2001-2005, kepemimpinan dipegang oleh Dr. H. Dedi Mulyasana, M.Pd, yang didampingi oleh Drs. H. Didin Wahidin, M.Pd (sebagai PD I), Drs. H. A. Barnas E.K (sebagai PD II), dan Drs. H. Hilman Farouq Ghoer (sebagai PD III). Sebelum habis masa jabatannya, Dr. H. Dedi Mulyasana, M.Pd terpilih untuk menduduki jabatan menjadi Rektor Uninus. Oleh karena itu, melalui  Rapat Senat FKIP maka terpilihlah secara aklamasi Drs. H. Didin Wahidin, M.Pd menggantikan Dr. H. Dedi Mulyasana, M.Pd menjadi Dekan FKIP untuk masa jabatan  sampai 2005. Dalam kepemimpinannya, Drs. H. Didin Wahidin dibantu oleh Drs. Safroni, M.Pd (sebagai PD I), Drs. H.A. Barnas E.K (sebagai PD II) dan Drs. H. Farouq Ghoer (sebagai PD III).

Pada tahun 2006, sebelum sempat menyelesaikan masa jabatannya sebagai Dekan pada periode kedua, Drs. H. Didin Wahidin terpilih sebagai Rektor Uninus. Sehingga terjadi perpindahan kepemimpinan di FKIP. Rapat Senat FKIP saat itu menetapkan Drs. H. Safroni, M.Pd (saat itu PD I) sebagai Dekan, didampingi oleh Dr. H. Endang Suryana, M.Pd (sebagai PD I), Drs. H. Achmad Saefurridjal (sebagai PD II), dan Dr. H. Hanafiah, M.M.Pd (sebagai PD III). Meskipun kepemimpinan pada saat itu tinggal menyisakan waktu yang relatif singkat, namun beberapa perbaikan dan perubahan yang signifikan terjadi di tubuh FKIP. Perubahan jadwal akademik, peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan, serta sistem perekrutan personalia menjadi perhatian para pimpinan dalam upaya meningkatkan pelayanan akademik bagi mahasiswa.
FKIP kini membina sekitar 3274 orang mahasiswa di tujuh program studinya dan memiliki dosen tetap sebanyak 128 orang. FKIP nampaknya menjadi satu-satunya LPTK swasta dengan jumlah tenaga akademik tetap terbesar se-Jawa Barat. Tenaga akademik ini memiliki kualifikasi Doktor = 19 orang, Magister = 72 orang; 6 orang diantaranya tengah melanjutkan ke jenjang S3, sedangkan 31 orang lainnya tengah menyelesaikan jenjang S2 di berbagai program studi di beberapa perguruan tinggi ternama lainnya.

FKIP Uninus dengan segala keadaannya kini, adalah lahir dan berkembang berkat jasa dan pembinaan serta pengabdian yang tulus para perintisnya, baik di lingkungan FKIP khususnya maupun di lingkungan universitas. Di lingkungan FKIP, antara lain: Dr. H. A. Sanusi, Prof. Dr. H. Abin Syamsuddin, MA, Prof. Dr. H. Djudju Sudjana M.Pd, Prof. Dr. H. A. Slamet Hardja Sudjana, M.Sc, Prof. Dr. H. Yus Rusyana, Prof. Dr. Koyo Kartasurya, M.A, M.Sc, Prof. Dr. H.E.T. Ruseffendi, M.Sc, Prof. Dr. Yusuf Amir Faisal, M.Pd, Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah, Prof. Drs. Bohar Suharto, Prof. Drs. H. Moh. Amin, Drs. H.R.R. lyeng Wiraputra, M.Sc, Prof. Dr. H. Moh. Surya, Drs. Mahmuddin, Drs. Minan Sukarnan, Drs. H. Aas Syaefuddin, M.A, Drs. H.E. Mustopa, Prof. Dr. H. Ahmad Suryadi, Dr. H. Ishak Abdulhak, M.Pd, Prof. Dr. H. Fuad Abdul Hamied, M.A, Drs. Dudung A. Dasuki, Dr. H. Ruchji Subekti, M.Sc, Dr. H. Suwarma Al Muchtar, M.Pd, Drs. Undang Misdan, Dr. H. Endang Suryana, M.Pd, Drs. Tietje Widjaya, Drs. Otoy Sutarman, M.Pd, Dr. H. Djam'an Satori, Drs. Suyatna Basar Atmaja, M.Ed, Drs. H. Djadja Djadjuri, Drs. H.A.A. Chodir Balya'i, Drs. H.E. Syamsuri, dan banyak lagi orang-orang yang berjasa, namun tak disebutkan di sini. Semoga Allah SWT menjadikan pengabdian mereka kepada Uninus sebagai amal sholeh dan amal jariyah, dan Allah SWT membalas segala kebaikannya dengan pahala yang berlipat ganda.

Mudah-mudahan lembaga pendidikan yang merupakan amanah para ulama dan perintis ini selalu mendapat limpahan rahmat, ridha serta kekuatan dari Allah SWT dalam pengabdiannya sebagai pengembang ilmu dan media dakwah bagi kejayaan bangsa, negara, dan agama.

Terakhir diperbarui pada Rabu, 02 Mei 2012 00:28